sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Diminta Waspada, Tekanan Ekonomi Bakal Makin Terasa di Triwulan IV-2026

Economics editor Taufan Sukma Abdi Putra
04/11/2026 21:09 WIB
Prasasti memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 di sekitar 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pemerintah Diminta Waspada, Tekanan Ekonomi Bakal Makin Terasa di Triwulan IV-2026 (foto: iNews Media Group)
Pemerintah Diminta Waspada, Tekanan Ekonomi Bakal Makin Terasa di Triwulan IV-2026 (foto: iNews Media Group)

Sepanjang 2026, pertumbuhan diperkirakan berada di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen, dengan batas atas setara target APBN yang sebesar 5,4 persen.

Dari sisi pembentuknya, Prasasati memprediksi bahwa pertumbuhan di atas lima persen terutama akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, penyumbang terbesar PDB, yang masih bertahan meski kehilangan momentum.

Di lain pihak, penjualan eceran riil kembali tumbuh 1,3 persen, usai terkontraksi pada triwulan II-2026, namun pertumbuhan transaksi kartu dan uang elektronik cenderung melambat dan keyakinan konsumen turun, meski masih di zona optimistis.

"Pembedanya pada trowulan III adalah ekspor manufaktur, yang mulai pulih dan menahan perlambatan. Namun, angka di triwulan III yang solid belum mencerminkan tekanan sesungguhnya," ujar Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, dampak terberat dari harga minyak, El Niño, dan kebakaran hutan baru akan terasa penuh pada triwulan IV-2026. Sedangkan ruang untuk stimulus tambahan cukup terbatas, karena beban subsidi energi berisiko naik dan agenda prioritas nasional turut menyerap APBN. 
Dari sisi eksternal, konflik di Timur Tengah dan perlambatan ekonomi dunia juga mendorong harga minyak naik dan menekan Indonesia sebagai negara pengimpor energi.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8
Advertisement
Advertisement