"Industri kita mulai tumbuh dan menuju kebangkitan. Kalau terus kita pacu, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan reindustrialisasi. Karena itu, narasi deindustrialisasi sudah tidak lagi mencerminkan seluruh perkembangan positif yang sedang berlangsung," kaya dia.
Meski demikian, Nandi menilai industri otomotif masih membutuhkan stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di tengah kecenderungan sebagian konsumen beralih ke pasar kendaraan bekas.
"Kami menyampaikan pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pembelian mobil baru dapat kembali meningkat. Saat ini pasar masih mengalami pergeseran ke kendaraan bekas, sehingga dukungan kebijakan menjadi penting," ujar Nandi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, kegiatan industri Toyota menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja langsung. Sementara itu, ekosistem rantai pasok dan jaringan dealernya menyerap sekitar 360 ribu orang.
(NIA DEVIYANA)