Di sisi lain, impor barang dan jasa tumbuh 7,31 persen yoy (impor barang riil naik 8,58 persen yoy) untuk memasok kebutuhan bahan baku dan barang modal industri.
Ditinjau dari lapangan usaha, Sektor Industri Pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 5,87 persen yoy. Subsektor industri makanan dan minuman tumbuh 7,09 persen, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,10 persen berkat kenaikan produksi bahan baku biodiesel B50 dan pupuk, serta industri logam dasar yang melesat 9,94 persen didorong ekspor katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium.
Sektor Konstruksi mencatatkan pertumbuhan 6,42 persen yoy berkat percepatan program KDKMP, perumahan, dan Sekolah Rakyat. Sektor Perdagangan juga tumbuh tinggi 7,14 persen yoy yang diiringi kenaikan volume penjualan mobil penumpang sebesar 25,95 persen yoy dan sepeda motor sebesar 8,92 persen yoy.
Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 11,2 persen yoy seiring kenaikan perjalanan wisatawan nusantara sebesar 7,05 persen, sedangkan Sektor Informasi dan Komunikasi tumbuh 7,13 persen yoy didukung adopsi transaksi elektronik dan trafik data.
Di sisi lain, Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pemoderasian pertumbuhan menjadi 0,46 persen yoy akibat kemarau panjang (El Nino) yang memicu kontraksi pada tanaman pangan sebesar 1,58 persen dan perkebunan sebesar 0,13 persen, meskipun peternakan dan perikanan tetap tumbuh masing-masing 4,95 persen dan 2,23 persen.