Dorongan stimulus fiskal, perlindungan sosial, dan penanganan inflasi pangan yang terkendali menjadikan konsumsi rumah tangga tetap menjadi pilar utama pertumbuhan.
Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 8,95 persen yoy yang dipacu oleh kenaikan belanja barang sebesar 39,7 persen dan belanja pegawai sebesar 10,3 persen guna memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi penciptaan lapangan kerja dan produksi nasional.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mencatatkan pertumbuhan kuat sebesar 6,06 persen yoy seiring tingginya keyakinan pelaku usaha dan respons atas kebijakan pemerintah.
Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal III 2026 melesat 27,4 persen yoy. Berdasarkan komponennya, investasi bangunan tumbuh 6,39 persen yoy disokong percepatan proyek infrastruktur prioritas seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan perumahan. Adapun investasi kendaraan melaju 12,96 persen yoy.
Di sektor perdagangan internasional, ekspor barang dan jasa riil tumbuh 4,59 persen yoy yang ditopang komoditas CPO, batu bara, serta hilirisasi nikel, tembaga, dan aluminium, di samping ekspor jasa yang tumbuh 1,39 persen yoy berkat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 3,89 persen.