IDXChannel - Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, berkunjung ke Kantor Staf Kepresidenan RI dan bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, pada Selasa (12/4). Dalam pertemuan tersebut, Bambang mengajak juga sebuah penyedia teknologi pembangkit listrik modular skala kecil bertenaga nuklir (Small Modular Nuclear Power/SMNP), Last Energy.
Vice Presiden Last Energy Adam Zuckerman mengatakan, kedatangannya ke Kantor Staf Presiden untuk memperkenalkan sistem pembangkit listrik rendah emisi dan mengandung energi bersih, yakni berbasis modular modern nuclear.
“Dengan menggunakan desain modular yang terstandarisasi, kami (Last Energy) memberikan listrik yang nol emisi dan bisa mendekarbonisasi industri dengan cepat. Kami menggunakan teknologi reaktor air tekan atau Pressurized Water Reactor (PWR),” ujar Adam, di sela kunjungannya.
Adam mengklaim, dengan menggunakan teknologi modular, pembangunan dan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir tidak membutuhkan lahan besar, tapi tetap menghasilkan daya yang sama. Selain itu, lanjut dia, teknologi modular juga bisa dengan mudah dikembangkan ke skala yang lebih besar.
Masih dalam audensi, mantan Menristek RI Bambang Brodjonegoro berharap, pemerintah Indonesia mulai memikirkan nuklir sebagai alternatif sumber energi ke depan, dan tidak lagi menempatkannya sebagai opsi terakhir. Mengutip data world-nuclear.org, Ia menyebut, setidaknya sebanyak 50 negara di dunia telah mengoperasikan PLTN untuk memasok kebutuhan listriknya.