Di sisi pembiayaan non-SBN, fasilitas pinjaman program dari mitra pembangunan internasional, seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), telah siap untuk dicairkan sesuai kebutuhan kas negara.
Langkah-langkah terukur ini ditempuh agar pasokan instrumen di pasar sekunder tetap stabil serta tidak memicu tekanan pada imbal hasil (yield).
"Kami ingin memastikan suplai penerbitan SBN domestik tetap terjaga agar tidak menambah risiko pasokan yang berpotensi meningkatkan yield," kata Suminto.
(NIA DEVIYANA)