IDXChannel - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembayaran belanja bunga utang hingga akhir Agustus 2026 berjalan secara memadai dan terukur. Total nilai yang telah disalurkan menyentuh Rp394,2 triliun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto mengatakan, komponen pembayaran tersebut didominasi oleh kewajiban domestik. Porsi belanja bunga utang dalam negeri tercatat sebesar Rp366,4 triliun, sedangkan untuk porsi luar negeri mencapai Rp27,8 triliun.
"Artinya belanja bunga yang kita realisasikan itu beredar di dalam negeri dan menjadi likuiditas serta sumber daya ekonomi untuk mendukung aktivitas ekonomi dalam negeri," kata Suminto dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Untuk mendukung efisiensi pembiayaan, Kemenkeu berkomitmen menjaga komposisi instrumen secara teratur melalui lelang rutin Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) setiap hari Selasa.
Di samping instrumen komersial, pemerintah menjadwalkan penerbitan dua seri SBN Ritel tambahan hingga akhir tahun, yakni Sukuk Tabungan dan SBN Ritel Konvensional. Opsi penerbitan SBN berdenominasi valuta asing (valas) juga tetap disiagakan dengan mencermati kondisi dinamika pasar keuangan global.
Di sisi pembiayaan non-SBN, fasilitas pinjaman program dari mitra pembangunan internasional, seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), telah siap untuk dicairkan sesuai kebutuhan kas negara.
Langkah-langkah terukur ini ditempuh agar pasokan instrumen di pasar sekunder tetap stabil serta tidak memicu tekanan pada imbal hasil (yield).
"Kami ingin memastikan suplai penerbitan SBN domestik tetap terjaga agar tidak menambah risiko pasokan yang berpotensi meningkatkan yield," kata Suminto.
(NIA DEVIYANA)