Anindya menambahkan, penguatan industri TPT dan alas kaki memiliki nilai strategis berlipat ganda karena produk garmen hingga sepatu buatan Indonesia selama ini berstatus sebagai komoditas ekspor terbesar ke pasar Amerika Serikat. Dengan topangan insentif regulasi serta penyegaran teknologi, produk olahan sandang nasional diyakini kian siap memperluas penetrasi pasarnya ke kawasan Uni Eropa.
Adapun Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan industri TPT seiring sektor ini dinilai sebagai salah satu sektor strategis dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, yang sekaligus menyerap tenaga kerja, dan mengerek daya ekspor nasional sejauh ini.
Dalam rapat dengan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Selasa (22/9/2026), Prabowo juga meminta kementerian terkait menggarap regulasi menyoal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas PKWT dan mengevaluasi penerapan PPN bagi industri tekstil dan pakaian jadi yang berorientasi ekspor.
Tak hanya itu, pemerintah menekankan soal harmonisasi tarif dari sektor hulu hingga hilir, kemudahan masuknya bahan baku, serta penertiban praktik impor yang mengganggu keberlangsungan industri TPT nasional.
(NIA DEVIYANA)