IDXChannel — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan sistem baru untuk menjaga ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan sekaligus melindungi peternak dari gejolak harga.
Melalui integrasi petani jagung, peternak, koperasi, dan Bulog, hasil panen yang berlebih akan diserap dan disimpan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan peternak saat memasuki musim paceklik.
Mentan Amran mengatakan, skema tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut atas aspirasi lebih dari seribu perwakilan peternak dari berbagai daerah yang sebelumnya datang ke Jakarta untuk menyampaikan persoalan usaha peternakan.
“Kita hari ini tunaikan janji. Setelah peternak seluruh Indonesia, perwakilannya ada seribu lebih, datang ke Jakarta menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Mentan Amran dikutip Minggu (8/11/2026).
Dalam sistem yang disiapkan, petani jagung akan terhubung dengan koperasi dan peternak sebagai bagian dari rantai pasok. Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen yang berlebih akan dibeli Bulog dan disimpan melalui mekanisme resi gudang.