Untuk mempercepat pelaksanaan program, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah mengalihkan anggaran sekitar Rp3,7 triliun untuk mendukung peternak dan petani jagung. Pengalihan tersebut dilakukan dengan mengurangi sejumlah belanja yang dinilai bukan prioritas mendesak, seperti seminar di hotel, kunjungan, perjalanan dinas, dan kegiatan perkantoran.
“Kami alihkan anggaran kurang lebih Rp3,7 triliun semuanya, untuk peternak dan juga petani jagung. Ini demi petani-peternak Indonesia,” tuturnya.
Menurut Mentan Amran, perlindungan terhadap petani dan peternak penting karena sektor tersebut menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 160 juta masyarakat Indonesia. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kebijakan yang dijalankan memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan mereka.
Mentan Amran juga menyoroti persoalan tata niaga telur, ketika harga di tingkat peternak mengalami tekanan, sementara harga di tingkat konsumen masih tinggi. Ia menegaskan pemerintah akan mengawal agar peternak memperoleh harga yang sesuai dengan ketentuan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti praktik pembelian yang tidak sesuai.
“Jangan ganggu petani-peternak kita. Ini bayangkan, ini telur harga di peternak, jatuh. Harga di konsumen, tinggi,” ujarnya.