IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyambut positif rencana pemerintah yang tengah menyiapkan paket insentif fiskal, termasuk penyesuaian pajak untuk memperkuat daya tahan dan memacu pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
Kebijakan stimulus tersebut dinilai krusial mengingat sektor manufaktur sandang membutuhkan bantalan likuiditas yang kuat untuk menjaga daya saing di tengah tingginya beban operasional harian.
Intervensi negara lewat instrumen perpajakan dipandang menjadi katalis penting agar para pelaku usaha tidak hanya bertahan dari tekanan pasar, melainkan mampu berekspansi secara berkelanjutan.
"Kita ketahui industri tekstil itu sangat padat modal, padat biaya juga, sehingga pemerintah ingin memastikan bahwa bukan saja terus bertahan, tapi juga bisa berkembang," ujar Anindya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Anindya menekankan tekstil merupakan sektor strategis jangka panjang yang tetap wajib ditekuni karena pasarnya terus bergerak dinamis. Namun, dia menggarisbawahi pentingnya kejelian para pelaku industri dalam memetakan posisi tawar pada mata rantai pasok global.
Di sisi lain, langkah modernisasi melalui adopsi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) hingga sistem robotika harus segera diterapkan agar proses pabrikasi kian efisien dan kompetitif.
Selain pelonggaran beban lewat fasilitas perpajakan, Kadin turut menyoroti keterlibatan Danantara dalam menyokong permodalan ekosistem manufaktur tersebut. Masuknya instrumen investasi terpadu ini diyakini bakal memperkokoh struktur industri padat karya dari ancaman deindustrialisasi.
"Jadi kami sih mendukung dengan adanya insentif-insentif tersebut dan juga mendukung fakta bahwa Danantara ikut mengambil peran untuk membantu industri tekstil ini," kata Anindya.