sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Ajak Investor Azerbaijan Garap Hilirisasi Industri

Economics editor Rohman Wibowo
27/10/2026 08:00 WIB
Indonesia mendorong penguatan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Azerbaijan dengan menawarkan peluang di sekxtor hilirisasi.
Indonesia mendorong penguatan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Azerbaijan dengan menawarkan peluang di sekxtor hilirisasi. (Foto: Dok. BKPM)
Indonesia mendorong penguatan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Azerbaijan dengan menawarkan peluang di sekxtor hilirisasi. (Foto: Dok. BKPM)

IDXChannel - Indonesia mendorong penguatan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Azerbaijan. Dalam pertemuan anyar yang berlangsung Senin (26/10/2026) di Baku, Azerbaijan ini, relasi bilateral membuka peluang perluasan bisnis di sektor ekspor-impor, dengan penguatan penanaman modal.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Ekonomi Republik Azerbaijan, Azer Bayramov menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi investasi besar dan sangat terbuka terhadap masuknya modal dari Azerbaijan. 

Pemerintah, kata dia, saat ini memprioritaskan kebijakan peningkatan nilai tambah sumber daya alam lewat hilirisasi serta penguatan kapasitas industri domestik demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional, meski sejauh ini realisasi investasi Azerbaijan di Indonesia masih relatif terbatas. 

"Kami melihat hal ini sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama, mengingat kedua negara memiliki potensi ekonomi yang saling mendukung. Kerja sama ini perlu diarahkan tidak hanya pada perdagangan komoditas, tetapi juga pengembangan industri dan investasi di berbagai sektor strategis. Kami berharap kemitraan ini dapat diwujudkan melalui proyek-proyek konkret yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian kedua negara,” ujar Todotua dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (27/10/2026).

Selain hilirisasi, pembicaraan kedua pihak mencakup peluang kerja sama di sektor energi, industri pengolahan, hingga infrastruktur. Todotua dan Azer Bayramov sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas instansi agar pemetaan proyek potensial bisa berjalan cepat dan berujung pada realisasi modal.

Langkah percepatan investasi ini sejalan dengan dinamika neraca dagang kedua negara. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2022–2025, total nilai perdagangan RI-Azerbaijan sempat menembus USD844,14 juta pada 2022 akibat tingginya impor minyak mentah Indonesia. Nilai tersebut kemudian melandai ke USD255,67 juta pada 2023, USD201,34 juta pada 2024, dan berada di kisaran USD155,2 juta pada 2025.

Meski neraca dagang agregat masih dibayangi impor migas, ekspor nonmigas Indonesia, terutama minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, kopi, serta produk sabun, yang konsisten mencatat surplus di pasar Azerbaijan. Kerja sama dengan korporasi migas Azerbaijan, SOCAR, pun terus diarahkan agar berkembang ke sektor hilir dan manufaktur.

Todotua menegaskan, kedua negara memiliki kapasitas yang saling melengkapi di bidang sumber daya alam, permodalan, dan rantai industri.

"Kini yang dibutuhkan adalah komitmen untuk mewujudkan kerja sama dalam proyek-proyek konkret. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM siap memfasilitasi setiap tahapan, mulai dari penjajakan mitra hingga realisasi proyek, demi memperkuat ketahanan industri dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” tuturnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement