sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pasar Modal Tertekan Isu MSCI, BI Pantau Outflow dan Dorong Arus Modal Masuk

Banking editor Anggie Ariesta
21/10/2026 15:27 WIB
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, isu MSCI sempat memberikan tekanan terhadap rupiah selama dua hari berturut-turut.
Pasar Modal Tertekan Isu MSCI, BI Pantau Outflow dan Dorong Arus Modal Masuk. (Foto: Ilustrasi)
Pasar Modal Tertekan Isu MSCI, BI Pantau Outflow dan Dorong Arus Modal Masuk. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Bank Indonesia (BI) memperketat pemantauan arus modal asing di pasar keuangan domestik menyusul tekanan yang muncul setelah isu penyesuaian klasifikasi Indonesia oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Meski arus modal keluar (outflow) meningkat, BI menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dalam batas yang wajar.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, isu MSCI sempat memberikan tekanan terhadap rupiah selama dua hari berturut-turut. Namun, pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi kondisi pasar keuangan regional yang tengah bergejolak.

"Jadi kita tahu memang apa yang terjadi di MSCI tentu menjadi perhatian kita juga. Kami juga melakukan assessment dan memang sempat dua hari juga rupiah mengalami tekanan pada saat itu. Tapi kami masih melihat bahwa tekanannya masih relatif dalam batas yang cukup normal karena pada saat yang bersamaan juga regional kondisinya lagi gak terlalu baik ya," kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Destry menegaskan, BI terus mencermati perkembangan pasar modal domestik, termasuk pergerakan arus modal keluar setelah isu MSCI mencuat. Bank sentral juga melakukan pembahasan untuk menentukan langkah yang tepat dalam merespons tekanan tersebut.

"Tapi kami terus mewaspadai apa yang terjadi juga di capital market kita. Dan tentunya kami memonitor outflow yang terjadi sepanjang pergerakan yang terjadi setelah MSCI. Dan sejauh ini dua hari kemarin makanya kami cukup diskusi secara pahit sekali bagaimana kita menyikapi ini," ujarnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement