Ke depan, BI akan mengarahkan kebijakan secara lebih terukur atau targeted untuk mendorong arus modal masuk (inflow) ke pasar keuangan domestik. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah.
"Dan kalau kita lihat bahwa kita ini sekarang ingin kebijakan yang lebih targeted ya. Jadi kita tahu outflow memang terjadi. Artinya apa? Kalau outflow terjadi kan kita harus berusaha untuk menge-track lagi inflownya. Outflow itu masuk menjadi inflow gitu," kata Destry.
Dia menambahkan, stabilitas rupiah tetap menjadi perhatian utama BI dalam merespons dinamika pasar keuangan, termasuk dampak dari perkembangan kebijakan indeks global.
"Nah jadi kami kemarin juga melihat beberapa concern yang pertama tentu stabilitas itu tetap menjadi prioritas kami. Dalam hal ini bagaimana kita menjaga stabilitas rupiah itu sendiri," tuturnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)