Aktivitas komunitas juga difasilitasi melalui Balai Nusantara dan sejumlah ruang komunal. Berbagai kegiatan, mulai dari bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional hingga bersepeda bersama, digelar untuk mendorong interaksi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.
Pengembangan ekonomi kawasan turut didukung Griya Niaga, area komersial yang terdiri atas deretan ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter dan menghadap boulevard utama selebar 16 meter. Ruko tersebut dilengkapi balkon dan jaringan listrik bawah tanah. Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di HWB Purwakarta antara lain Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.
HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand, dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand. Desain hunian mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, dan area parkir untuk menunjang kebutuhan penghuni. Pengembangan fasilitas sosial dan komersial juga diarahkan agar kawasan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi memiliki aktivitas ekonomi dan sosial yang berjalan seiring pertumbuhan jumlah penduduk.
Ke depan, HWB Purwakarta diproyeksikan menampung lebih dari 30.000 penduduk. Dimulainya serah terima 1.500 unit menjadi tahap penting dalam merealisasikan pengembangan tersebut, sekaligus menguji kemampuan pengelola dalam memastikan ketersediaan infrastruktur, fasilitas publik, dan peluang ekonomi berjalan seiring dengan pertumbuhan kawasan.
(Rahmat Fiansyah)