sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

LippoLand Bidik Backlog Hunian 9 Juta Keluarga, Siapkan Rumah untuk Berbagai Segmen

Economics editor Rahmat Fiansyah
02/10/2026 13:50 WIB
LippoLand menilai kebutuhan perumahan nasional tidak dapat dipenuhi oleh satu pihak sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
LippoLand menilai kebutuhan perumahan nasional tidak dapat dipenuhi oleh satu pihak sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. (Foto: Ist)
LippoLand menilai kebutuhan perumahan nasional tidak dapat dipenuhi oleh satu pihak sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. (Foto: Ist)

IDXChannel - LippoLand melihat kebutuhan hunian di Indonesia masih sangat besar seiring backlog kepemilikan rumah yang mencapai sekitar 9 juta keluarga. Kondisi tersebut mendorong perusahaan memperluas peran dari pengembang kawasan menjadi property enabler dengan menghadirkan hunian yang lebih terjangkau.

CEO LippoLand, David Iman Santosa mengatakan kebutuhan perumahan nasional tidak dapat dipenuhi oleh satu pihak sehingga membutuhkan kolaborasi antara pengembang, perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian," kata David dalam keterangan resmi, Jumat (2/10/2026).

Salah satu upaya LippoLand adalah mengembangkan hunian dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dengan skema cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan. Produk tersebut telah terjual sekitar 5.000 unit, meskipun perusahaan menilai skalanya masih jauh dari kebutuhan perumahan nasional.

Menurut David, pengalaman LippoLand selama 39 tahun di industri properti digunakan untuk mencari solusi yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Perusahaan juga berupaya memberikan kontribusi melalui penghibahan lahan sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement