Di sisi impor, bahan baku atau penolong dan barang modal menjadi komponen terbesar dengan nilai masing-masing USD133,38 miliar dan USD36,74 miliar. Keduanya menyumbang 91,3 persen dari total impor.
Impor mesin dan peralatan mekanis meningkat 15,26 persen, sementara impor mesin dan perlengkapan elektrik tumbuh 22,94 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan input produksi dan barang modal seiring aktivitas produksi dan investasi domestik.
PMI Manufaktur Kembali Ekspansi
Sementara itu, aktivitas manufaktur kembali menunjukkan ekspansi. PMI Manufaktur Indonesia September 2026 naik menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus 2026.
Haryo mengatakan penguatan tersebut didorong peningkatan pesanan baru, kapasitas produksi, permintaan ekspor, proyek baru, dan daya beli konsumen.
Pertumbuhan pesanan baru pada September menjadi yang tercepat sejak Februari 2026. Sementara itu, permintaan ekspor mencatat ekspansi tertinggi sejak Mei 2022.