Pemerintah, lanjutnya, memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk menjaga pasokan dan distribusi pangan, terutama menjelang akhir tahun. Sejumlah langkah yang ditempuh antara lain percepatan penyaluran PKH tahap III, bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan untuk periode Oktober-Desember 2026, serta percepatan program SPHP beras medium melalui Perum Bulog.
Upaya tersebut juga didukung Gerakan Pangan Murah (GPM), optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Di sisi produksi, pemerintah memperkuat tata kelola air dan irigasi, pola tanam, pemanfaatan lahan produktif, pemetaan daerah rawan defisit, serta sistem peringatan dini.
Neraca Perdagangan Surplus
Dari sektor perdagangan, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif USD7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.
Ekspor ditopang sejumlah komoditas utama, antara lain besi dan baja sebesar USD19,18 miliar atau tumbuh 4,88 persen, CPO dan turunannya USD17,75 miliar atau naik 6,57 persen, serta batu bara USD16,58 miliar atau tumbuh 4,31 persen.
Ekspor produk industri pengolahan juga meningkat 6,62 persen, yang menunjukkan kontribusi hilirisasi terhadap kinerja ekspor nasional.