sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dongkrak Neraca Dagang, Kadin Soroti Industri Strategis dan Hilirisasi Mineral 

Economics editor Rohman Wibowo
24/09/2026 21:06 WIB
Penguatan ekspor dapat bertumpu pada kombinasi sektor manufaktur padat karya dan percepatan hilirisasi mineral kritis bernilai tambah tinggi.
Dongkrak Neraca Dagang, Kadin Soroti Industri Strategis dan Hilirisasi Mineral (Foto: iNews Media Group)
Dongkrak Neraca Dagang, Kadin Soroti Industri Strategis dan Hilirisasi Mineral (Foto: iNews Media Group)

Selain logam dasar, komoditas manufaktur seperti alas kaki dan produk turunan nikel juga menyumbang surplus masing-masing sebesar USD3,84 miliar dan USD7,08 miliar.

Selain komoditas nikel dan baja, bauksit kini diposisikan sebagai pilar baru hilirisasi mineral menyusul lonjakan permintaan produk olahannya di pasar internasional. Pengolahan bijih bauksit di dalam negeri diproyeksikan mampu memperluas penetrasi pasar global sekaligus memperkuat struktur industri hilir nasional.

"Ke depan komoditas yang paling menarik dan banyak diminati adalah bauksit yang diolah menjadi alumina hingga aluminium. Ini mulai menjadi prioritas karena memiliki nilai tambah dan pasarnya sangat diminati oleh banyak negara," kata Anindya.

Kementerian Perindustrian mencatat pengolahan bauksit menjadi alumina mampu mendongkrak nilai tambah hingga berlipat ganda dibanding bijih mentah. Saat ini, ekspansi fasilitas pemurnian (smelter) berbasis teknologi smelting grade alumina dan chemical grade alumina terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan industri kemasan, konstruksi, hingga komponen otomotif global.

Kadin memproyeksikan, surplus neraca perdagangan ke depan akan terus meningkat sejalan dengan dukungan regulasi pemerintah terhadap komoditas unggulan. Kendati demikian, beban impor dari sektor energi masih menjadi tantangan utama yang berpotensi membatasi ruang pertumbuhan surplus tersebut.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement