Koreksi atas klaim laba masa lampau dipandang sebagai fondasi mutlak agar BUMN dapat membukukan pertumbuhan laba yang sehat dan berkelanjutan. Otoritas penata BUMN memastikan bahwa seluruh kinerja finansial kini diawasi secara ketat agar setiap hasil merger memberikan kontribusi keuntungan nyata bagi negara.
"Kami ingin seluruh BUMN dikelola bersih dengan tata kelola yang benar, dan proses pembersihan Rp135 triliun telah tuntas untuk mengoreksi keuntungan semu di masa lampau. Dana tersebut sangat besar, dan hari ini target laba Rp360 triliun adalah laba yang murni dan benar," kata Dony.
(NIA DEVIYANA)