“Kami berharap pengembangan komoditas ayam petelur tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus dikawal dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan peternak,” ujar Herman Suryatman.
Program EGG menghubungkan peternak dengan pembiayaan, produksi dengan pasar, serta pelaku usaha dengan offtaker. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai komoditas ayam petelur dari hulu hingga hilir.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menjelaskan bahwa pendekatan closed loop menjadi bagian penting dalam implementasi Program EGG.
“Program EGG kami arahkan untuk memastikan akses keuangan berjalan beriringan dengan kepastian pasar, pendampingan, dan penguatan rantai nilai. Dengan demikian, produktivitas dan skala usaha peternak dapat terus berkembang,” ujar Darwisman.
Selain memperluas akses pembiayaan, Program EGG menghubungkan peternak ayam petelur dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat kepastian pasar dan mendukung penyediaan telur bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat.