Sejalan dengan itu, Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) meningkat 14 basis poin menjadi 4,4 persen.
Di sisi lain, pendapatan nonbunga turun 8,5 persen YoY menjadi Rp1,67 triliun, dipengaruhi oleh penurunan pendapatan perdagangan Global Markets di tengah volatilitas pasar. Meski demikian, pendapatan dari aktivitas di luar Global Markets masih tumbuh 2,3 persen menjadi Rp1,58 triliun.
Secara keseluruhan, pendapatan operasional bruto meningkat 0,4 persen YoY menjadi Rp7,28 triliun. Sementara itu, beban operasional naik 2,6 persen menjadi Rp5,15 triliun, sedangkan beban pencadangan kerugian kredit turun 10,2 persen menjadi Rp749 miliar.
Dengan perkembangan tersebut, Maybank Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,43 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Adapun, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) tercatat sebesar Rp957 miliar.
Perbankan Syariah dan Entitas Anak
Pertumbuhan pembiayaan juga terjadi pada lini perbankan Syariah Maybank Indonesia. Hingga September 2026, pembiayaan Unit Usaha Syariah (UUS) meningkat 18,4 persen YoY menjadi Rp32,46 triliun.