Pada segmen CFS Non-Retail, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp22,39 triliun, meningkat 0,8 persen YoY. Di dalamnya, pembiayaan SME Banking tumbuh 9,6 persen YoY.
Sementara itu, kredit CFS Retail meningkat 2,1 persen YoY menjadi Rp48,64 triliun. Pertumbuhan ini antara lain ditopang oleh pembiayaan otomotif yang naik 5,3 persen menjadi Rp27,33 triliun, serta kredit kartu kredit dan pinjaman personal yang tumbuh 11,0 persen menjadi Rp4,52 triliun.
Pertumbuhan di berbagai segmen tersebut mencerminkan berlanjutnya ekspansi kredit Maybank Indonesia, baik untuk kebutuhan pembiayaan korporasi, komersial, SME maupun consumer, meskipun dengan laju pertumbuhan yang berbeda.
Di tengah ekspansi kredit, Maybank Indonesia juga mencatatkan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,1 persen pada September 2026 dari 2,4 persen pada September 2025. Sementara itu, NPL net membaik menjadi 1,3 persen dari sebelumnya 1,5 persen.
Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit berjalan seiring dengan penurunan rasio kredit bermasalah, sehingga turut memperkuat kualitas portofolio pembiayaan perseroan.