sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonom Wanti-wanti Risiko Rumor Pengambilalihan Bank Sistemik

Banking editor Tangguh Yudha
06/10/2026 14:21 WIB
Pengambilalihan bank sistemik dinilai dapat mengguncang perekonomian dan memicu gangguan pada stabilitas sistem perbankan.
Ekonom Wanti-wanti Risiko Rumor Pengambilalihan Bank Sistemik. (Foto Istimewa)
Ekonom Wanti-wanti Risiko Rumor Pengambilalihan Bank Sistemik. (Foto Istimewa)

Beberapa waktu lalu, beredar rumor pengambilalihan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Rumor tersebut telah dibantah oleh kuasa hukum Jhonlin Group dan manajemen BCA.

Wijayanto menilai, rumor mengenai pengambilalihan bank sistemik oleh kelompok tertentu harus segera diakhiri. Menurutnya, isu semacam itu berisiko memperkuat politisasi di sektor perbankan yang sangat sensitif serta dapat bertentangan dengan berbagai regulasi dan agenda penguatan sektor keuangan yang dibangun sejak krisis 1998.

“Jika rumor tersebut tidak diakhiri, bukan saja Indonesia akan menafikan berbagai kemajuan yang telah dibangun sejak 1998, krisis ekonomi bisa saja kembali terjadi, apalagi kita berada di era di ana geopolitik dan geoekonomi dunia sedang sangat tidak bersahabat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bank sistemik tidak ditentukan hanya berdasarkan besarnya aset. Ada sejumlah indikator yang digunakan untuk menentukan sebuah bank masuk kategori sistemik, antara lain ukuran bank, tingkat keterkaitan dengan lembaga keuangan lain, kompleksitas kegiatan usaha, serta peran bank dalam sistem keuangan.

Halaman : 1 2 3 4
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement