"Kami menyadari betul bahwa penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak. Salah satunya lewat pembangunan biodigester ini, di mana Bank Jakarta ingin menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta, sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta," ujar Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, dalam kesempatan terpisah.
Secara teknis, menurut Agus, masing-masing biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari, dengan menghasilkan biogas serta residu berupa pupuk organik.
Berdasarkan kajian teknis, kedua unit biodigeser tersebut nantinya diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari dan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun.
Tak sekadar wujud peran sebagai BUMD, langkah pembangunan ini juga bentuk kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 mengenai energi bersih dan terjangkau, SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
"Sebagai financial backbone bagi Jakarta, kami memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan ekosistem bisnis. Kami akan terus memperkuat peran tersebut melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sebagai fondasi untuk membangun pertumbuhan yang sehat dan menciptakan long-term value bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Agus.
(taufan sukma)