BTPN Syariah memastikan bahwa pelaksanaan buyback, akan dilakukan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis Perseroan, serta memperkuat komitmen Bank dalam melayani nasabah, memperkuat bisnis inti, serta memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat mass-market Indonesia.
Dia menyebut, rencana ini akan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga semester pertama 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar. Aset tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp23 triliun, sementara pembiayaan tumbuh 9 persen menjadi Rp11 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen.
(kunthi fahmar sandy)