Kebijakan moneter ini diarahkan secara konsisten untuk memastikan laju inflasi tetap berada dalam sasaran target, memitigasi volatilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memberikan ruang akselerasi bagi intermediasi perbankan nasional.
Anindya menambahkan hal ini tak hanya berdampak pada penyaluran kredit perbankan, kepastian suku bunga domestik juga memberikan sinyal positif bagi iklim investasi di pasar modal. Stabilitas ini dinilai mampu menahan laju kenaikan tingkat diskonto yang berisiko menekan valuasi saham korporasi di lantai bursa.
"Kalau dari sisi saham, artinya secara enggak langsung discount rate-nya tidak menambah banyaknya interest rate yang dinaikkan. Jadi saya rasa itu suatu kebijakan yang baik pada saat ini," kata Anindya.
(NIA DEVIYANA)