IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Oktober 2026 sebesar 7 persen (yoy), sehingga tercatat sebesar Rp2.265,4 triliun. Namun, angka tersebut melambat dari bulan sebelumnya 9,3 persen (yoy).
"Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,5 persen (yoy) dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 2,4 persen (yoy)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
Perlu diketahui, Uang Primer (M0) adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.