Hingga Juli 2026, konektivitas QRIS Antarnegara telah diperluas ke Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Perluasan tersebut memungkinkan semakin banyak masyarakat dari negara mitra menggunakan QRIS dalam bertransaksi di Indonesia, maupun masyarakat Indonesia saat melakukan pembayaran di negara mitra.
Pertumbuhan transaksi QRIS Antarnegara juga didukung oleh semakin luasnya ekosistem QRIS di dalam negeri. Hingga Juli 2026, QRIS telah digunakan oleh 45,46 juta merchant, dengan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM.
Dengan ekosistem tersebut, pelaku UMKM Indonesia dapat menerima transaksi dari wisatawan mancanegara menggunakan infrastruktur QRIS yang telah tersedia. BI menyebut hal ini turut memperluas manfaat digitalisasi sistem pembayaran bagi sektor usaha dan mendukung penerimaan devisa dari aktivitas wisatawan mancanegara.
Ke depan, BI akan terus memperluas konektivitas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial, khususnya negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara dengan tetap menyesuaikan implementasinya terhadap karakteristik masing-masing negara mitra. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan serta konektivitas ekonomi Indonesia di tingkat regional dan global,” kata Filianingsih.
(Shifa Nurhaliza Putri)