pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor pengangkutan dan komunikasi," katanya.
Adapun Kredit Investasi (KI) pada Agustus 2026 tumbuh sebesar 23,4 persen (yoy), terakselerasi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 23,1 persen (yoy). Peningkatan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi dan jasa-jasa.
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada Agustus 2026 tumbuh sebesar 5,0 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 5,3 persen (yoy). Menurut dia, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kredit multiguna yang tumbuh masing -masing sebesar 4,2 persen (yoy) , -10,3 persen (yoy), dan 7,2 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4, 3 persen (yoy) , -10,0 persen (yoy), dan 7,6 persen (yoy).
Adapun penyaluran kredit properti pada Agustus 2026 tumbuh tetap tinggi sebesar 18,3 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 18,4 persen (yoy).
"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit KPR dan KPA, konstruksi, dan real estat masing-masing sebesar