Sejumlah perusahaan teknologi lainnya juga melakukan pemangkasan karyawan di tengah meningkatnya investasi AI. Meta, induk Facebook dan Instagram, pada April lalu mengumumkan rencananya untuk memangkas 10 persen tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 karyawan. Amazon juga melakukan beberapa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk di divisi ritelnya. Sementara itu, Oracle memangkas sekitar 21.000 pekerjaan pada Juni.
Meski demikian, efektivitas pengurangan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas masih menjadi pertanyaan. Sejumlah perusahaan, termasuk Meta, bahkan mengurangi skala rencana PHK mereka. Di Microsoft sendiri, salah satu petingginya, Ryan Roslansky, sebelumnya menyoroti fenomena “AI slop” terkait rendahnya hasil kerja dengan bantuan AI.
Sebuah makalah kerja yang diterbitkan National Bureau of Economic Research juga menemukan bahwa 90 persen dari 9.000 eksekutif senior yang disurvei di berbagai negara menyatakan AI belum meningkatkan produktivitas di perusahaan mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan investasi teknologi belum tentu langsung menghasilkan efisiensi operasional.
(Rahmat Fiansyah)