sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Alibaba Percepat Ekspansi Data Center di Prancis hingga Malaysia

Technology editor Rahmat Fiansyah
24/09/2026 01:00 WIB
Alibaba Group Holding Ltd. mempercepat ekspansi pusat data (data center) di sejumlah negara di luar China.
Alibaba Group Holding Ltd. mempercepat ekspansi pusat data (data center) di sejumlah negara di  luar China. (Foto: Ist)
Alibaba Group Holding Ltd. mempercepat ekspansi pusat data (data center) di sejumlah negara di luar China. (Foto: Ist)

IDXChannel - Alibaba Group Holding Ltd. mempercepat ekspansi pusat data (data center) di sejumlah negara di luar China. Langkah ini sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur data center global berkapasitas 20 gigawatt (GW) di tengah persaingan China dan Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan cip dan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Alibaba akan membuka wilayah layanan komputasi awan (cloud region) pertamanya di Turki, Finlandia, dan Belanda dalam 12 bulan ke depan. Perusahaan juga memperluas jaringan pusat datanya di Malaysia, Jerman, Uni Emirat Arab (UEA), Prancis, dan Hong Kong.

Langkah tersebut akan memperkuat kemampuan Alibaba dalam menyediakan layanan komputasi awan dan AI yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Ekspansi ini juga membuat Alibaba semakin berhadapan langsung dengan perusahaan teknologi Barat seperti Amazon dan Alphabet di berbagai pasar di luar Asia.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan ekosistem global guna membuat AI lebih mudah dikembangkan, praktis, dan dapat diakses oleh berbagai perusahaan,” kata Chief Technology Officer (CTO) sekaligus President of International Business Alibaba Cloud Intelligence, Li Feifei dikutip dari Bloomberg, Rabu (23/9/2026).

Jaringan cloud global Alibaba saat ini membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan Timur Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan juga telah membuka fasilitas baru di Brasil dan Prancis untuk menghadirkan layanan AI generatif kepada perusahaan lokal.

Alibaba memulai konferensi teknologi tahunannya, Apsara Conference, di Hangzhou pada pekan ini. Dalam acara tersebut, perusahaan memamerkan kemampuan AI secara menyeluruh, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak yang dikembangkan secara internal.

Selain itu, Alibaba juga memperkenalkan lini cip AI baru yang diklaim sebagai cip paling kuat yang dikembangkan China untuk pelatihan model AI mutakhir. Perusahaan menyatakan tengah melatih model fondasi baru dengan 5-10 triliun parameter, jauh lebih besar dibandingkan sejumlah model dengan bobot terbuka yang tersedia saat ini.

Untuk menopang ekspansi tersebut, Alibaba menargetkan pembangunan jaringan pusat data global berkapasitas 20 GW pada 2032. Citigroup memperkirakan jaringan tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan komputasi awan eksternal lebih dari USD160 miliar.

Alibaba merupakan salah satu perusahaan China yang paling agresif menggelontorkan investasi untuk infrastruktur digital. Pada 2025. perusahaan yang didirikan Jack Ma itu mengumumkan rencana investasi AI senilai USD53 miliar selama tiga tahun ke depan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement