Penambahan armada dari pemerintah pusat ini melengkapi berbagai langkah penanganan yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik melalui operasi pemadaman dari udara maupun pengerahan personel di darat.
Pemprov Jawa Timur mencatat, pesawat water bombing telah diterbangkan sebanyak 462 kali untuk membantu memadamkan titik-titik api.
Upaya tersebut juga didukung oleh penggunaan teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter, yang dimanfaatkan untuk menjangkau area dengan tebing curam dan sulit diakses oleh tim pemadam di darat.
Skala kebakaran yang terjadi di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat, karhutla telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian.
Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi, sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya melindungi ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.