sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Program S’RASA Catat Potensi Transaksi Rp453,6 Miliar, Produk Pangan RI Sasar 5 Negara

News editor Kurnia Nadya
16/10/2026 17:15 WIB
Sebanyak 14 produsen lokal menjalin nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) dengan potensi transaksi sebesar USD25,2 juta
Program S’RASA Catat Potensi Transaksi Rp453,6 Miliar, Produk Pangan RI Sasar 5 Negara. (Foto: Istimewa)
Program S’RASA Catat Potensi Transaksi Rp453,6 Miliar, Produk Pangan RI Sasar 5 Negara. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Produk pangan Indonesia berpeluang menembus pasar lima negara melalui kesepakatan antara 14 produsen lokal dan importir dari Belanda, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. 

Kesepakatan berupa nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) tersebut memiliki potensi transaksi sebesar USD25,2 juta atau sekitar Rp453,6 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut di Paviliun S’RASA: Rasa Rempah Indonesia dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10/2026). 

Budi mengatakan, kesepakatan tersebut mencakup pasokan produk pangan lokal untuk restoran Indonesia di lima negara sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

“Ditandatanganinya kesepakatan dengan mitra dagang dari berbagai negara ini menjadi bentuk kerja sama untuk memasok produk pangan lokal ke restoran Indonesia di lima negara. Produk-produk tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan restoran Indonesia, tetapi juga untuk menjangkau pasar yang lebih luas di negara-negara tujuan,” ujar Budi.

Menurutnya, keberadaan restoran Indonesia di luar negeri juga membuka peluang ekspor bumbu masakan dan bahan baku pangan lainnya.

“Pemerintah bersinergi menghadirkan Program S’RASA untuk memperkenalkan produk makanan dan restoran Indonesia di luar negeri. Ketika restoran Indonesia hadir di sana, kami harap produk-produk pendukung dan bahan bakunya ikut kita ekspor,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan, program S’RASA juga memperkenalkan produk pangan Indonesia melalui demonstrasi kuliner yang menunjukkan cara penggunaan produk serta potensinya bagi industri makanan.

Salah satu peserta program, DBFOODS (PT Dua Banteng Internasional), bahkan telah memperoleh kontrak ekspor dengan pembeli dari Belanda setelah mengikuti kurasi dan business matching secara daring, dengan dukungan Atase Perdagangan Indonesia di Den Haag.

S’RASA sendiri merupakan program gastrodiplomasi untuk memperkenalkan kuliner dan restoran Indonesia di luar negeri. Program ini melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata.

(Kidung Dhia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement