Di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Sebanyak 2 hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang.
Sementara di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi di Desa Buyuntaripa, Kecamatan Tojo, dan Desa Sansarino, Kecamatan Ampana. Masing-masing wilayah mengalami kebakaran seluas 1 hektare. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Adapun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, pada Minggu (20/9/2026). Kebakaran diduga terjadi setelah warga membakar sampah. Kondisi kemarau dan angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar hingga membakar sekitar 5 hektare lahan.
Berton meminta pemerintah daerah turut meningkatkan pengawasan di wilayah yang rawan terjadi karhutla.
“Sementara itu pemerintah daerah untuk terus melakukan monitoring di wilayah rawan karhutla, memastikan kesiapan sarpras pemadaman, serta melakukan sosialisasi dan patroli terpadu bersama unsur terkait,” ujarnya.
Dia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan cepat,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)