IDXChannel - Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan batu bara akan meningkat signifikan tahun ini, di tengah hambatan perdagangan minyak dan gas akibat penutupan Selat Hormuz.
Dilansir dari Oilprice pada Senin (21/9/2026), beberapa negara terpaksa kembali menggunakan batu bara untuk mengatasi hambatan tersebut.
Dalam laporan pertengahan tahunnya yang dirilis baru-baru ini, IEA memprediksi bahwa penggunaan batu bara akan meningkat sebesar 1,2 persen pada 2026, sehingga konsumsi dunia mencapai rekor 8,94 miliar metrik ton.
Permintaan batu bara oleh dua negara konsumen terbesar di dunia, China dan India, diperkirakan meningkat masing-masing sebesar 1,0 persen dan 4,2 persen, menjadi 5,0 miliar ton dan 1,35 miliar ton.
Pengurangan besar-besaran pengiriman gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz menyebabkan beberapa negara menghadapi kekurangan energi, sehingga mereka harus beralih ke sumber energi lain.