Adapun prevalensi depresi pada kelompok usia di atas 15 tahun berada di angka 1,4 persen atau sekitar 2 dari 100 orang. Namun, penanganan kasus-kasus ini masih terkendala akses pengobatan dan fasilitas kesehatan.
Pada kasus depresi sendiri baru 12,6 persen yang menerima pengobatan. Terkait Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, prevalensi di Indonesia mencapai 4 permil atau 4 dari 1.000 anggota rumah tangga.
Berbagai angka tersebut dinilai memiliki gap cukup jauh dengan tenaga kesehatan jiwa di Indonesia dimana jumlah tersebut masih memerlukan pemenuhan. Berdasarkan data Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) per 1 September 2026, Indonesia baru memiliki 1.495 psikiater.
Rasionya mencapai 1 psikiater berbanding 180.000 penduduk, masih sangat jauh dari rasio ideal WHO sebesar 1 berbanding 30.000.
Ketersediaan tenaga pendukung lainnya juga masih sangat terbatas. Kemenkes mencatat saat ini terdapat 16.174 fisioterapis, 1.776 okupasi terapis, 2.009 terapis wicara, serta 3.513 psikolog klinis. Namun, baru 213 psikolog klinis yang berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas.