“Saya harus menyatakan di sini bahwa jika Amerika memulai perang baru, front baru yang berpusat di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb mungkin akan terbuka di depan mata mereka,” kata Safavi, dilansir dari Aljazeera pada Kamis (24/9/2026).
Harapan tercapainya kemajuan diplomasi antara Iran dan AS memudar setelah pertemuan tak langsung antara kedua negara, yang diadakan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini, tidak membuahkan hasil.
Perang antara Iran dan AS-Israel telah berlangsung sejak Februari, dipicu agresi kedua negara terhadap Negeri Mullah itu. (Wahyu Dwi Anggoro)