“Dukungan tersebut mencakup pesawat Large Air Tanker yang mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam setiap sortie, dengan hingga 6 sortie diperkirakan dapat dilakukan setiap hari,” ujar Roderick.
Pada kesempatan itu, Roderick menyampaikan, hubungan dua negara ini telah lama ditandai dengan keinginan dan kesiapsiagaan untuk saling membantu pada saat yang dibutuhkan. Kerja sama dalam penanggulangan bencana ini telah ditunjukkan sejak lama oleh kedua negara.
“Sejarah kita yang saling membantu telah berlangsung lama. Saat Cyclone Tracy pada tahun 1974, Indonesia mengirimkan pesawat C-130 Hercules untuk membantu evakuasi warga di Darwin,” ujarnya.
Kepala BNPB mengapresiasi atas solidaritas dan dukungan Australia dalam masa sulit ini. Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata simbol persahabatan erat antara dua negara tetangga.
Hal ini selaras dengan prinsip diplomasi yang ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto, bahwa sahabat sejati adalah pihak yang hadir ulur tangan di saat-saat sulit.Indonesia dan Australia tercatat memiliki rekam jejak saling membantu saat masing-masing menghadapi bencana alam.