IDXChannel - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,24 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan properti milik Lippo Griup itu juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,37 triliun dan EBITDA Rp1,11 triliun.
LPKR membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp5,49 triliun atau 91 persen dari target sepanjang 2026. Pencapaian tersebut ditopang permintaan hunian tapak yang tetap kuat, terutama pada segmen rumah terjangkau dan menengah.
Kedua segmen tersebut berkontribusi sebesar 75 persen terhadap total pra penjualan perseroan. Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) maupun konsumen yang membeli hunian untuk ditempati sendiri (end-users).
CEO LPKR, John Riady mengatakan, pertumbuhan bisnis properti masih ditopang oleh permintaan hunian tapak, khususnya pada segmen terjangkau dan menengah yang menjadi fokus strategi perseroan.
"Kami menyambut baik momentum pertumbuhan yang terus terjaga dalam bisnis properti, dengan pra penjualan mencapai Rp5,49 triliun atau 91 persen dari target sepanjang tahun. Permintaan masih didorong oleh hunian tapak, khususnya pada segmen terjangkau dan menengah yang menjadi landasan strategi kami," ujar John dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).