Pada kesempatan itu, Dudung juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo mengingatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi tantangan keamanan ke depan. Termasuk diantaranya, sistem rekrutmen yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan intelektual.
“Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar,” katanya.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo juga menyoroti perubahan karakter perang yang semakin berkembang, termasuk penggunaan teknologi seperti drone. Karena itu, pendidikan dan latihan bagi prajurit menjadi perhatian.
“Karena tantangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya," kata Dudung.
"Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak Presiden. Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya,” lanjutnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)