IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI-Polri yang mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, energi, hingga menjaga situasi keamanan.
Diketahui, Prabowo mengumpulkan sebanyak 800 perwira tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut berlangsung sekitar enam jam.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para Pati TNI-Polri mulai keluar dari Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.12 WIB.
Sementara, dari undangan yang dibawa oleh para Pati tertulis bahwa pertemuan dimulai pukul 10.00 WIB. Bahkan, para Pati TNI-Polri telah tiba sekitar satu jam sebelum pertemuan dimulai.
“Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman.
Pada kesempatan itu, Dudung juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo mengingatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi tantangan keamanan ke depan. Termasuk diantaranya, sistem rekrutmen yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan intelektual.
“Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar,” katanya.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo juga menyoroti perubahan karakter perang yang semakin berkembang, termasuk penggunaan teknologi seperti drone. Karena itu, pendidikan dan latihan bagi prajurit menjadi perhatian.
“Karena tantangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya," kata Dudung.
"Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak Presiden. Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya,” lanjutnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)