sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Rebound dari Pekan Terburuk Sejak Juni, Nasdaq Melonjak 1,1 Persen

Market news editor Febrina Ratna Iskana
20/10/2026 06:21 WIB
Wall Street ditutup menguat pada Senin (19/10/2026), pulih setelah aksi jual tajam pada sektor AI yang menyebabkan kinerja mingguan terburuk sejak akhir Juni.
Wall Street Rebound dari Pekan Terburuk Sejak Juni, Nasdaq Melonjak 1,1 Persen. (Foto: AP Photo)
Wall Street Rebound dari Pekan Terburuk Sejak Juni, Nasdaq Melonjak 1,1 Persen. (Foto: AP Photo)

“Fokus kini bergeser dari sekadar 'membeli berdasarkan tema' menjadi 'tunjukkan imbal hasilnya'," tambahnya.

Sektor AI Jadi Sorotan Utama

Saham-saham yang terkait dengan AI—mulai dari perusahaan memori hingga semikonduktor—anjlok pekan lalu. Sentimen pasar terpukul akibat kekhawatiran mengenai persaingan dari perusahaan China serta pendanaan masif yang didorong oleh utang.

Aksi jual dipicu oleh laporan mengenai kemajuan yang dicapai oleh perusahaan China, ChangXin Memory Technologies. Berita tersebut menekan saham tiga produsen cip memori terbesar: saham perusahaan AS, Micron Technology, anjlok 14,6 persen sepanjang minggu, sementara saham perusahaan Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing merosot 17,8 persen dan 24,3 persen.

Selain itu, saham-saham perusahaan yang dikenal sebagai neocloud juga turut berada di bawah tekanan. Penyedia layanan komputasi awan (cloud computing) khusus ini berfokus pada penyewaan daya unit pemrosesan grafis (GPU) untuk keperluan pelatihan dan inferensi kecerdasan buatan (AI). Sebuah laporan dari Gartner memprediksi bahwa pada 2030, 80 persen penyedia layanan cloud jenis baru (neocloud) diperkirakan berhenti beroperasi secara independen.

CoreWeave, penyedia layanan neocloud terbesar yang didukung oleh Nvidia, mengalami penurunan nilai lebih dari 25 persen pada pekan lalu, yang sebagian dipicu oleh anjloknya harga obligasi mereka. Penurunan ini mendorong pimpinan tertinggi Nvidia, Jensen Huang, untuk menyatakan keyakinannya terhadap posisi keuangan CoreWeave, seraya menegaskan bahwa perusahaan tersebut tidak memerlukan dukungan pendanaan tambahan (backstop). Nebius, perusahaan sejenis CoreWeave, juga mencatat penurunan lebih dari 25 persen sepanjang pekan tersebut.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement