Awalnya, Wall Street menyambut baik hasil pemilu. Pada Rabu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.569 poin atau 3,0 persen, sementara S&P 500 naik 1,6 persen dan Nasdaq Composite menguat 1,4 persen, seiring dengan harapan investor akan berkurangnya ketidakpastian politik.
Namun, tren kenaikan tersebut berbalik drastis pada Kamis saat para investor mulai mengevaluasi kembali dampak kemenangan Partai Demokrat terhadap industri kecerdasan buatan (AI).
Indeks S&P 500 anjlok 4,4 persen ke level 7.353,73, penurunan tertajam sejak aksi jual akibat kebijakan tarif pada April 2025. Dow kehilangan 1.833 poin atau 3,4 persen, sementara Nasdaq merosot 5,5 persen, mencatatkan sesi terburuk dalam 18 bulan terakhir. Indeks Russell 2000 juga turun 4,4 persen.
Penurunan ini terutama terjadi pada saham sektor teknologi dan semikonduktor, di tengah kekhawatiran bahwa para legislator dari Partai Demokrat serta gubernur yang baru terpilih mungkin akan menerapkan pembatasan yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data, yang berpotensi menghambat industri AI.
Saham Nvidia turun sekitar 9,0 persen, Advanced Micro Devices anjlok 17 persen, dan Micron melemah lebih dari 17 persen.