Prospek minimnya perubahan legislasi besar-besaran di bawah pemerintahan yang terbelah di Washington mendorong penguatan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Namun, kekhawatiran terhadap regulasi AI yang lebih ketat membebani saham-saham operator pusat data.
“Investor dapat menyimpulkan bahwa Washington secara struktural masih memiliki keterbatasan, sehingga membatasi peluang terjadinya perubahan drastis dalam prospek ekonomi,” kata ekonom senior AS di Allianz Global Investors, Liam Wash.
Perdagangan saham AI belakangan mendapat tekanan seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap lonjakan belanja AI perusahaan-perusahaan teknologi besar (Big Tech), sementara bukti mengenai tingkat pengembalian investasi yang memadai masih terbatas.
(NIA DEVIYANA)