Bank sentral AS memulai pertemuan kebijakan selama dua hari pada Selasa. Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya setelah menaikkan suku bunga pada September, kenaikan pertama sejak 2023.
Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh akan dicermati untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Bulan lalu, Warsh memperingatkan bahwa inflasi yang bertahan tinggi dapat memperkuat alasan untuk kembali menaikkan suku bunga.
Di luar keputusan The Fed, investor juga menantikan data produk domestik bruto (PDB) kuartal III AS dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) September yang dijadwalkan rilis pada Kamis.
Indeks PCE merupakan salah satu indikator inflasi utama yang digunakan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.
(DESI ANGRIANI)