sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Berakhir Lesu, Tertekan Saham Alphabet-Amazon dan Kenaikan Harga Minyak

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
24/09/2026 06:16 WIB
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (23/9/2026), waktu setempat, tertekan oleh saham Alphabet dan Amazon.
Wall Street Berakhir Lesu, Tertekan Saham Alphabet-Amazon dan Kenaikan Harga Minyak. (Foto Istimewa)
Wall Street Berakhir Lesu, Tertekan Saham Alphabet-Amazon dan Kenaikan Harga Minyak. (Foto Istimewa)

"Pasar saham menginginkan penyelesaian konflik (Timur Tengah), dan jika kita tidak mendapatkannya, suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, dan hal itu akan terus membebani pasar ekuitas," kata Kepala Investasi di Founders 100 ETF Dallas, Lauren Cassidy.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Washington pada Rabu untuk kunjungan selama tiga hari. Agenda pertemuan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata perdagangan yang dicapai tahun lalu antara kedua negara adidaya, regulasi kecerdasan buatan (AI), dan penjualan senjata AS ke Taiwan.

Saham Meta Platforms naik 1 persen, menjadikan kenaikan minggu ini sebesar 12 persen menyusul sambutan positif terhadap asisten AI "Muse" miliknya, di mana analis menilai hal ini dapat menguntungkan saham infrastruktur teknologi, sekaligus menjadi tantangan bagi bank, platform belanja daring, dan bisnis konsumen lainnya.

Saham induk perusahaan Google, Alphabet, turun 3,8 persen. Amazon yang telah memblokir Muse dari platform belanjanya, melemah 2,2 persen.

Indeks chip PHLX merosot 1,2 persen, dengan saham Nvidia melorot 1,5 persen.

Saham Expedia dan Airbnb sama-sama turun lebih dari 7 persen.

Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi dalam dua sesi sebelumnya karena Wall Street tetap optimistis terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI. Indeks S&P 500 berada kurang dari 2 persen di bawah rekor penutupan tertingginya yang dicapai pada 13 Agustus.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement