Sucor Sekuritas juga memperhitungkan biaya kredit atau cost of credit sebesar 80–100 basis poin, lebih tinggi dibandingkan level historis yang rendah.
Dengan mempertimbangkan berbagai tekanan tersebut, Sucor Sekuritas memproyeksikan laba bersih BBCA mencapai Rp55,7 triliun pada 2026 dan Rp54,8 triliun pada 2027.
Proyeksi itu telah memasukkan asumsi pertumbuhan kredit yang lebih moderat dan kenaikan biaya kredit.
Menurut Edward, keunggulan pendanaan, disiplin biaya, dan pendapatan berbasis komisi yang relatif tangguh dapat membantu mengimbangi tekanan tersebut.
Faktor-faktor itu juga dinilai menopang kapasitas laba BBCA dan membuka ruang pemulihan lebih cepat ketika kondisi operasional membaik.