Meski mencatatkan kinerja operasional yang kuat, BRPT menyebut perbandingan kinerja keuangan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dipengaruhi oleh tingginya basis pembanding. Pada periode tersebut, perseroan mengakui keuntungan pembelian dengan harga murah (bargain purchase gain) dari akuisisi Aster.
Per 30 September 2026, total aset BRPT mencapai USD19,58 miliar, jumlah liabilitas USD12,94 miliar dengan total ekuitas mencapai USD6,6 miliar.
Agus menambahkan, perseroan akan melanjutkan ekspansi bisnis panas bumi. Penyelesaian proyek retrofit Darajat Unit 3 dengan tambahan kapasitas 8,55 megawatt (MW) pada Oktober 2026 meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi menjadi 935,55 MW.
"BRPT melanjutkan sejumlah proyek pertumbuhan strategis dengan tetap mengedepankan disiplin investasi dan pengelolaan risiko. Proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Indonesia telah mencapai 80 persen penyelesaian konstruksi dan ditargetkan memasuki tahap commissioning pada 2027," tutur dia.
Di sektor energi terbarukan, perseroan menargetkan total kapasitas terpasang panas bumi meningkat menjadi lebih dari 1 gigawatt (GW) pada akhir 2026.
(DESI ANGRIANI)