Secara teknikal, kata dia, posisi IHSG di level 5.392 menempatkan bursa domestik dalam fase yang sangat rentan setelah sempat mengalami penghentian perdagangan sementara. Kegagalan indeks bertahan di area penahan terdekat dikhawatirkan bakal memicu gelombang koreksi lanjutan begitu tekanan jual kembali mendominasi.
Hendra menuturkan, pergerakan indeks berikutnya sangat bergantung pada respons pelaku pasar setelah suspensi dibuka serta kemampuan saham-saham berkapitalisasi besar menopang indeks.
"Setelah penurunan sedalam ini, level 5.318 menjadi area support terdekat yang perlu dicermati, dan apabila ditembus secara meyakinkan, IHSG berisiko melanjutkan koreksi sebagai skenario risiko lanjutan," katanya.
Meski peluang pemulihan teknikal masih terbuka jika indeks bertahan di atas 5.318, dinamika tersebut dinilai belum cukup untuk menyimpulkan badai telah mereda. Menurutnya, ancaman pelarian modal asing kian nyata mengingat perubahan klasifikasi dapat memaksa dana pasif melakukan penyesuaian portofolio sekaligus mendorong manajer investasi aktif mengurangi eksposur di Indonesia.